LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM
“ANALISIS EKOSISTEM”
Diajukan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Biologi Umum

Disusun Oleh:
Nama : Marwati
NIM : 4442160020
Kelas : I B
Kelompok : 5 (Lima)
JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Setiap jenis hayati memiliki fungsi dalam
melestarikan ekosistem yang ditempatinya, maka sudah seyogyanyalah bahwa setiap
jenis hayati harus tetap dipertahankan keberadaan dan fungsinya. Namun demikian,
di antara sedemikian banyak jenis hayati yang terdapat di bumi ini, beberapa
kelompok di antaranya juga ada perubahan lingkungan pendukungnya akan menjadi rawan punah.
Kelompok hayati rawan punah tersebut antara
lain yang bersifat endemik, migrant,
pemangsa puncak, megaherbivora dan berbiak dalam
kelompok. Oleh karena itu
jenis hayati yang termasuk dalam kelompok rawan
punah perlu tetap memiliki habitat dengan luasan yang cukup dalam bentuk
kawasan konservasi. (Sulistyadi 2010)
Faktor yang mempengaruhi pada suatu
ekosistem ada 2 yaitu factor biotik dan factor abiotik. Factor biotik adalah
semua lingkungan yang terdiri dari komponen-komponen mahluk hidup dipermukaan
bumi. Sedangkan factor abiotic itu sendiri yaitu semua benda mati yag ada
dipermukaan bumi yang bermanfaat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia serta
mahluk hidup lainnya. Dalam pengamatan ini kita dapat mengetahui dan
mengidentifikasi setiap komponen yang ada pada ekosistem dilingkungan kampus.
Antara populasi yang satu dengan populasi yang lain selalu terjadi interaksi
secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian terjadilah suatu
kehidupan komunitas. Dalam suatu komunitas senantiasa terdapat tumbuhan, hewan,
dan mikroorganisme. Makhluk hidup tidak hanya tergantung pada makhluk lain
tetapi juga pada makhluk yang tak hidup dengan demikian akan membentuk
ekosistem.
Ekosistem merupakan suatu proses
hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Bisa terjadi di
tempat yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. Cara membedakan ekosistem
yang ternanungi dan yang tidak ternaungi biasanya bisa menggunakan alat-alat
khusus, seperti lux meter dan thermometer. Biasanya antara ekosistem satu dengan
ekosistem lainnya berbeda. Tergantung dengan suhu dan cahaya yang didapat.
1.2 Tujuan
1.Mengamati dan
mengidentifikasi komponen biotik dan abiotic pada beberapa ekosistem
terrestrial
2.Mengetahui
cara penggunaan alat-alat pengukuran komponen biotik dan abiotik pada beberapa
ekosistem terrestrial
3.Mengenal
perbedaan dan persamaan berbagai keadaan ekosistem terestrial
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Ekosistem
Pengertian
ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk dikarenakan hubungan
timbal balik yang tidak dapat terpisahkan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Ekosistem dapat juga dikatakan sebagai suatu tatanan kesatuan
secara utuh serta menyeluruh antara unsur lingkungan hidup yang saling
memengaruhi. Ekosistem merupakan
penggabungan dari unit biosistem yang melibatkan hubungan interaksi timbal
balik antara organisme serta lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju
struktur biotik tertentu sehingga terjadi siklus materi antara organisme dan
anorganisme. Matahari adalah sumber dari semua energi yang ada dalam ekosistem.
(Anonim 2010)
Ekosistem dibentuk oleh
kumpulan berbagai macam makhluk hidup beserta benda-benda tak hidup. Semua
makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem disebut komponen biotik.
Sedangkan benda-benda tak hidup dalam suatu ekosistem disebut komponen abiotik. Dalam suatu ekosistem, hubungan antar
komponen berlangsung sangat erat dan saling memengaruhi. Oleh karena itu
gangguan atau kerusakan pada salah satu komponen dapat menyebabkan kerusakan
seluruh ekosistem. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut Ekologi. Ekologi
berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logos. Oikos berarti rumah atau tempat tinggal, dan
logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel
(1834 – 1914). Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru
muncul pada tahun 70-an. Akan
tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya.
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk
hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. (Firdaus 2010)
2.2 Komponen Pembentuk Ekosistem
Komponen pembentuk
ekosistem antara lain, yaitu komponen
abiotic dan biotik. Abiotik atau komponen tak hidup merupakan komponen fisik dan
kimia yang medium atau substrat sebagai tempat berlangsungnya kehidupan atau
lingkungan tempat hidup. Sebagian besar dari komponen abiotik memiliki beragam
variasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik berupa bahan organik, senyawa
anorganik, serta faktor yang memengaruhi distribusi organisme, antara lain:
Suhu, air, garam, cahaya matahari, tanah, batu, dan iklim (Anonim 2010).
Sedangkan komponen biotik atau
komponen hidup merupakan suatu komponen yang menyusun ekosistem selain komponen
abiotik. Komponen biotik juga meliputi semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem.Berdasarkan fungsinya,
makhluk hidup dibagi menjadi tiga, yaitu: Produsen, adalah makhluk
hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Yang termasuk dalam
kelompok ini adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang
mempunyai klorofil serta organisme autotrof. Konsumen, adalah
makhluk hidup yang memperoleh energi dari bahan makanan yang dibuat oleh
produsen. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah manusia dan
hewan. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri dan selalu bergantung pada
makhluk hidup lain, maka konsumen bersifat heterotrof.
Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dapat dibagi menjadi tiga jenis: Herbivora,
konsumen yang hanya mengonsumsi tumbuhan dan merupakan konsumen tingkat
pertama. Karnivora, organisme pemakan daging saja dan
juga memakan hewan herbivora sehingga disebut dengan konsumen kedua. Dan omnivora,
pemakan segala (tumbuhan dan hewan). (Firdaus 2010)
2.3 Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan
Terdapat dua bentuk ekosistem berdasarkan ada atau tidaknya
campur tangan manusia, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Interaksi
antara dua komponen ini akan membentuk suatu rantai makanan yang awalnya
sederhana tetapi lambat laun menjadi lebih kompleks. Dengan demikian,
lingkungan dalam habitat tersebut juga menjadi lebih kompleks. Manakal habitat
tersebut tidak tersentuh oleh manusia, maka habitat itu pada akhirnya akan
membentuk suatu ekosistem yang bersifat alami dan stabil. Bentuk ekosistem
seperti ini disebut ekosistem alami. Contoh ekosistem alami adalah hutan tropis
yang memiliki keragaman hayati tumbuhan dan hewan yang sangat tinggi dengan curah
hujan yang tinggi dan dicirikan dengan adanya pohon-pohon yang tinggi.
Namun bila lingkungan tersebut mendapat sentuhan manusia
secara terus-menerus dan terjadi perubahan dalam habitat, maka akan berubah
menjadi ekosistem buatan. Dalam kondisi terrestrial terdapat ekosistem buatan
seperti kolam, aquarium, dan ekosistem pertanian. Adanya campur tangan manusia
melalui proses-proses pengelolaan lahan, pengairan, penyiangan, pemupukan,
penyemprotan pestisida, panen dan pembakaran. (Sember 2009)
2.4 Manusia Dengan Ekosistem
Manusia adalah salah
satu komponen lingkungan hidup, yang sangat berbeda dengan komponen komponen
lingkungan lainnya. Perbedaan yang sangat hakiki dengan mahluk hidup lainnya
ialah, manusia memiliki akal atau kecerdikan. Sebagai homo sapiens, spesias ini
mempunyai peran yang begitu dominan dalam kehidupan ekologis bumi. Sebagai
mahluk yang dominan, manusia banyak menentukan corak kehidupan ekosistem. Ia
dapat menaklukan ekosistem alamiah satu dengan yang lain, menjelajah keseluruh
bagian ekosistem bumi jagad raya, membuat ekosistem dibanyak tempat di bumi,
seperti gedung-gedung, kawasan-kawasan industry, pemukiman, kota, desa,
pertanian dan sebagainya. Ini disebut dengan ekosistem buatan yang bersifat
fisik.
Selain menciptakan ekosistem yang bersifat fisik, manusia
mampu pula menciptakan ekosistem nonfisik dalam berbagai corak, kepentingan,
kebiasaan, nilai, adat istiadat, keyakinan, pandangan hidup dan tata kelakuan
lain. Kedalam ekosistem inilah kita mengenal berbagai ekosistem seperti
ekosistem politik, ekosistem agama, ekosistem ekonomi, ekosistem kenudayaan dan
ekosistem sebagainya. (Siahan 2004)
BAB III
METEDOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum tentang “Analisis Ekosistem”
ini dilaksanakan pada hari Senin, 28 November 2016 pukul 13:00 s/d 14:30 dan
bertempat di Laboratorium Bioteknologi Agroekoteknologi, Fakultas Pertania,
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang kita gunakan pada
praktikum ini antaralain yaitu hvs, atk, lux meter, dan thermometer
3.2 Cara Kerja
1.Disediakan lux meter dan thermomete
2. Dijelaskan tentang cara kerja lux meter dan
thermometer
3. Disiapkan hvs dan atk untuk observasi
4. Diamati ekositem pada lingkuangan kampus, yaitu
ditempat yang ternanungi dan tidak ternaungi
5. Dicatat apa saja biota yang ada ditempat tersebut
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 1.1 Hasil
Pengamatan Faktor Biotik
|
No
|
Lokasi
Pengamatan
|
Jenis Biota
|
|
1.
|
Taman masjid
yang tidak ternanungi pohon
|
Capung, belalang,
nurung pipit, semut, kupu-kupu, rumput jepang, pohon palem, bunga kamboja,
bunga kertas,
|
|
2.
|
Taman masjid
yang ternaungi pohon
|
Lalat,
bunglon, kumbang, semut, kupu-kupu, nyamuk, keong, kucing, rumput, lumut,
rumput gajah.
|
Tabel 1.2 Hasil Pengamatan
Faktor Abiotik
|
No
|
Faktor Abiotik
|
Nama Alat Pengukur
|
Lokasi Pengamatan
|
Waktu Pengamatan
|
Hasil Pengamatan
|
|
1.
|
Suhu
|
Thermometer
|
Taman masjid
yang tidak ternanungi pohon
|
13:50
|
33oC
|
|
Taman masjid
yang ternaungi pohon
|
13:50
|
31oC
|
|||
|
2.
|
Intensitas cahaya
|
Lux Meter
|
Taman masjid
yang tidak ternanungi pohon
|
13:50
|
1 lux
|
|
Taman masjid
yang ternaungi pohon
|
13:50
|
1035 lux
|
4.2 Pembahasan
Penelitian dilakukan di taman masjid
kampus, dan dibagi dua bagian. Taman masjid yang tidak ternanugi pohon dan
taman masjid yang ternanungi pohon. Yang dimaksud dengan tempat yang ternanungi
dan yang tidak ternaungi disini ialah tempat yang secara langsung terkena
matahari dan tempat yang hanya secelah dari bagian pohon atau bangunan lain
yang terkena matahari. Dalam penelitian ini alat yang digunakan berupa
thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu, dan juga lux meter yang
digunakan untuk mengukur intensitas cahaya. Prinsip kerja thermometer yaitu
dilihat dari memuainya air raksa. Sedangkan lux meter yaitu dengan cara jika
tempat yang tidak ternaungi maka langsung arahkan lux meter kearah cahaya
matahari dan menggunakan kisaran runch yang A, karena angka yang didapat sudah
langsung satuan, bukan bilangan decimal sehingga memudahkan kita dalam
penelitian.
Hasil yang didapat dari
pengamatan biotik atau semua mahluk hidup yang ada disekitar lingkungan taman
masjid yang tidak ternaungi pohon antara lain, capung (bisa hidup di tempat yang
ternaungi maupun yang tidak), belalang (karena hidup dirumput yang ada di
tempat yang tidak ternaungi), burung pipit (karena memudahkan untuk mencari
makan), semut (bisa hidup dimana saja), kupu-kupu, rumput jepang(lebih suka
tempat yang terang dibanding gelap), pohon palem (tahan dengan cuaca panas,
walaupun tanahnya kering), bunga kamboja, dan bunga kertas. Sedangkan biota
yang ada di taman masjid yang ternanungi pohon antara lain, lalat (lebih suka
tempat yang lembab, karenan memudahkan mencari makan), bunglon (karena untuk
melindungi diri dari serangan musuh), kumbang, semut, kupu-kupu, nyamuk (lebih
suka ditempat yang gelap, karena agar lebih mudah berkembang biak dan mencari
mangsa), keong (lebih suka ditempat yang gelap dan lembab), kucing (meneduh
dari teriknya sinar matahari, karena dalam lingkungan yang tidak ternanungi
kucing akan tetap hidup), rumput gajah( lebih banyak tumbuh di tempat yang
basah atau lembab), dan lumut (memudahkan dalam berkembang biak).
Dan hasil yang didapat
dari pengamatan abiotic atau komponen yang tidak hidup yaitu antara lain, suhu
dan intensitas cahaya. Suhu yang didapat di taman masjid yang tidak ternanungi
yaitu sekitar 33oC, sedangkan ditaman masjid yang ternanungi yaitu
31oC, karena praktikum dilakukan pada pukul 13:50 dan juga sinar
matahari sangat terik. Dan intensitas cahaya yang didapat dari taman masjid
yang tidak ternanungi yaitu sekitar 1 lux, sedangkan di taman masjid yang
ternanungi yaitu sekitar 1,035 lux.
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Ekosistem
merupakan proses hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Komponen
ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu komponen abiotic dan biotik. Komponen
abiotic yaitu komponen fisik dan kimia yang medium atau substrat sebagai
tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Sedangkan
komponen abiotic adalah suatu
komponen yang menyusun ekosistem selain komponen abiotik. Bentuk ekosistem juga
terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem
alami yaitu ekosistem yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan
ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk melalui campur tangan manusia.
5.2 Saran
Pada saat praktikum sebaiknya praktikan harus benar-benar
memperhatikan asistem lab yang sedang menjelaskan, sehingga praktikan akan
paham tentang cara menggunakan termoter dan lux meter, selain itu juga
praktikan akan pahan tentang biota yang ada dilingkungan yang sedang
dijelaskan.
NB: Kalo mau daftar pustakanya, langsung koment aja yaa, atau bisa langsung email ke dreamsdiary21@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar