Sabtu, 14 Oktober 2017

LAPORAN PRAKTIKUM
BIOLOGI UMUM
“ANALISIS EKOSISTEM”
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Biologi Umum




Disusun Oleh:
Nama           :  Marwati
NIM             :  4442160020
Kelas           : I B
Kelompok    : 5 (Lima)




JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

2016





 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Setiap jenis hayati memiliki fungsi dalam melestarikan ekosistem yang ditempatinya, maka sudah seyogyanyalah bahwa setiap jenis hayati harus tetap dipertahankan keberadaan dan fungsinya. Namun demikian, di antara sedemikian banyak jenis hayati yang terdapat di bumi ini, beberapa kelompok di antaranya juga ada perubahan lingkungan pendukungnya akan menjadi rawan punah. Kelompok hayati rawan punah tersebut antara lain yang bersifat endemik, migrant,
pemangsa puncak, megaherbivora dan berbiak dalam kelompok. Oleh karena itu
jenis hayati yang termasuk dalam kelompok rawan punah perlu tetap memiliki habitat dengan luasan yang cukup dalam bentuk kawasan konservasi. (Sulistyadi 2010)
Faktor yang mempengaruhi pada suatu ekosistem ada 2 yaitu factor biotik dan factor abiotik. Factor biotik adalah semua lingkungan yang terdiri dari komponen-komponen mahluk hidup dipermukaan bumi. Sedangkan factor abiotic itu sendiri yaitu semua benda mati yag ada dipermukaan bumi yang bermanfaat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia serta mahluk hidup lainnya. Dalam pengamatan ini kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi setiap komponen yang ada pada ekosistem dilingkungan kampus. Antara populasi yang satu dengan populasi yang lain selalu terjadi interaksi secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian terjadilah suatu kehidupan komunitas. Dalam suatu komunitas senantiasa terdapat tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Makhluk hidup tidak hanya tergantung pada makhluk lain tetapi juga pada makhluk yang tak hidup dengan demikian akan membentuk ekosistem.
Ekosistem merupakan suatu proses hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungannya. Bisa terjadi di tempat yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. Cara membedakan ekosistem yang ternanungi dan yang tidak ternaungi biasanya bisa menggunakan alat-alat khusus, seperti lux meter dan thermometer. Biasanya antara ekosistem satu dengan ekosistem lainnya berbeda. Tergantung dengan suhu dan cahaya yang didapat.
1.2 Tujuan
1.Mengamati dan mengidentifikasi komponen biotik dan abiotic pada beberapa ekosistem terrestrial
2.Mengetahui cara penggunaan alat-alat pengukuran komponen biotik dan abiotik pada beberapa ekosistem terrestrial
3.Mengenal perbedaan dan persamaan berbagai keadaan ekosistem terestrial


























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Ekosistem
Pengertian ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk dikarenakan hubungan timbal balik yang tidak dapat terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dapat juga dikatakan sebagai suatu tatanan kesatuan secara utuh serta menyeluruh antara unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi. Ekosistem merupakan penggabungan dari unit biosistem yang melibatkan hubungan interaksi timbal balik antara organisme serta lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju struktur biotik tertentu sehingga terjadi siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari adalah sumber dari semua energi yang ada dalam ekosistem. (Anonim 2010)
Ekosistem dibentuk oleh kumpulan berbagai macam makhluk hidup beserta benda-benda tak hidup. Semua makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem disebut komponen biotik. Sedangkan benda-benda tak hidup dalam suatu ekosistem disebut komponen abiotikDalam suatu ekosistem, hubungan antar komponen berlangsung sangat erat dan saling memengaruhi. Oleh karena itu gangguan atau kerusakan pada salah satu komponen dapat menyebabkan kerusakan seluruh ekosistem. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut Ekologi. Ekologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu oikos dan logosOikos berarti rumah atau tempat tinggal, dan logos artinya ilmu. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914). Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi, ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. (Firdaus 2010)

2.2 Komponen Pembentuk Ekosistem
 Komponen pembentuk ekosistem antara lain, yaitu  komponen abiotic dan biotik. Abiotik atau komponen tak hidup merupakan komponen fisik dan kimia yang medium atau substrat sebagai tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar dari komponen abiotik memiliki beragam variasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik berupa bahan organik, senyawa anorganik, serta faktor yang memengaruhi distribusi organisme, antara lain: Suhu, air, garam, cahaya matahari, tanah, batu, dan iklim (Anonim 2010).
Sedangkan komponen biotik atau komponen hidup merupakan suatu komponen yang menyusun ekosistem selain komponen abiotik. Komponen biotik juga meliputi semua makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem.Berdasarkan fungsinya, makhluk hidup dibagi menjadi tiga, yaitu:  Produsen, adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri. Yang  termasuk  dalam kelompok  ini adalah  tumbuhan hijau atau  tumbuhan yang mempunyai klorofil serta organisme autotrof. Konsumen, adalah makhluk hidup yang memperoleh energi dari bahan makanan yang dibuat oleh produsen. Yang  termasuk  dalam kelompok  ini adalah manusia dan hewan. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri dan selalu bergantung pada makhluk hidup lain, maka konsumen bersifat  heterotrof. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dapat dibagi menjadi tiga jenis:  Herbivora, konsumen yang hanya mengonsumsi tumbuhan dan merupakan konsumen tingkat pertama. Karnivora, organisme pemakan daging saja dan juga memakan hewan herbivora sehingga disebut dengan konsumen kedua. Dan omnivora, pemakan segala (tumbuhan dan hewan). (Firdaus 2010)

2.3 Ekosistem Alami dan Ekosistem Buatan
Terdapat dua bentuk ekosistem berdasarkan ada atau tidaknya campur tangan manusia, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Interaksi antara dua komponen ini akan membentuk suatu rantai makanan yang awalnya sederhana tetapi lambat laun menjadi lebih kompleks. Dengan demikian, lingkungan dalam habitat tersebut juga menjadi lebih kompleks. Manakal habitat tersebut tidak tersentuh oleh manusia, maka habitat itu pada akhirnya akan membentuk suatu ekosistem yang bersifat alami dan stabil. Bentuk ekosistem seperti ini disebut ekosistem alami. Contoh ekosistem alami adalah hutan tropis yang memiliki keragaman hayati tumbuhan dan hewan yang sangat tinggi dengan curah hujan yang tinggi dan dicirikan dengan adanya pohon-pohon yang tinggi.
Namun bila lingkungan tersebut mendapat sentuhan manusia secara terus-menerus dan terjadi perubahan dalam habitat, maka akan berubah menjadi ekosistem buatan. Dalam kondisi terrestrial terdapat ekosistem buatan seperti kolam, aquarium, dan ekosistem pertanian. Adanya campur tangan manusia melalui proses-proses pengelolaan lahan, pengairan, penyiangan, pemupukan, penyemprotan pestisida, panen dan pembakaran. (Sember 2009)

2.4 Manusia Dengan Ekosistem
 Manusia adalah salah satu komponen lingkungan hidup, yang sangat berbeda dengan komponen komponen lingkungan lainnya. Perbedaan yang sangat hakiki dengan mahluk hidup lainnya ialah, manusia memiliki akal atau kecerdikan. Sebagai homo sapiens, spesias ini mempunyai peran yang begitu dominan dalam kehidupan ekologis bumi. Sebagai mahluk yang dominan, manusia banyak menentukan corak kehidupan ekosistem. Ia dapat menaklukan ekosistem alamiah satu dengan yang lain, menjelajah keseluruh bagian ekosistem bumi jagad raya, membuat ekosistem dibanyak tempat di bumi, seperti gedung-gedung, kawasan-kawasan industry, pemukiman, kota, desa, pertanian dan sebagainya. Ini disebut dengan ekosistem buatan yang bersifat fisik.
Selain menciptakan ekosistem yang bersifat fisik, manusia mampu pula menciptakan ekosistem nonfisik dalam berbagai corak, kepentingan, kebiasaan, nilai, adat istiadat, keyakinan, pandangan hidup dan tata kelakuan lain. Kedalam ekosistem inilah kita mengenal berbagai ekosistem seperti ekosistem politik, ekosistem agama, ekosistem ekonomi, ekosistem kenudayaan dan ekosistem sebagainya. (Siahan 2004)








BAB III
METEDOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
          Praktikum tentang “Analisis Ekosistem” ini dilaksanakan pada hari Senin, 28 November 2016 pukul 13:00 s/d 14:30 dan bertempat di Laboratorium Bioteknologi Agroekoteknologi, Fakultas Pertania, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan
         Alat dan bahan yang kita gunakan pada praktikum ini antaralain yaitu hvs, atk, lux meter, dan thermometer

3.2 Cara Kerja
1.Disediakan lux meter dan thermomete
2. Dijelaskan tentang cara kerja lux meter dan thermometer
3. Disiapkan hvs dan atk untuk observasi
4. Diamati ekositem pada lingkuangan kampus, yaitu ditempat yang ternanungi dan tidak ternaungi
5. Dicatat apa saja biota yang ada ditempat tersebut












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1.1 Hasil Pengamatan Faktor Biotik
No
Lokasi Pengamatan
Jenis Biota
1.
Taman masjid yang tidak ternanungi pohon
Capung, belalang, nurung pipit, semut, kupu-kupu, rumput jepang, pohon palem, bunga kamboja, bunga kertas,
2.
Taman masjid yang ternaungi pohon
Lalat, bunglon, kumbang, semut, kupu-kupu, nyamuk, keong, kucing, rumput, lumut, rumput gajah.

Tabel 1.2 Hasil Pengamatan Faktor Abiotik

No

Faktor Abiotik
Nama Alat Pengukur

Lokasi Pengamatan
Waktu Pengamatan
Hasil Pengamatan

1.

Suhu

Thermometer
Taman masjid yang tidak ternanungi pohon
13:50
33oC
Taman masjid yang ternaungi pohon
13:50
31oC

2.

Intensitas cahaya

Lux Meter

Taman masjid yang tidak ternanungi pohon
13:50
1 lux
Taman masjid yang ternaungi pohon
13:50
1035 lux

4.2 Pembahasan
         Penelitian dilakukan di taman masjid kampus, dan dibagi dua bagian. Taman masjid yang tidak ternanugi pohon dan taman masjid yang ternanungi pohon. Yang dimaksud dengan tempat yang ternanungi dan yang tidak ternaungi disini ialah tempat yang secara langsung terkena matahari dan tempat yang hanya secelah dari bagian pohon atau bangunan lain yang terkena matahari. Dalam penelitian ini alat yang digunakan berupa thermometer yang digunakan untuk mengukur suhu, dan juga lux meter yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya. Prinsip kerja thermometer yaitu dilihat dari memuainya air raksa. Sedangkan lux meter yaitu dengan cara jika tempat yang tidak ternaungi maka langsung arahkan lux meter kearah cahaya matahari dan menggunakan kisaran runch yang A, karena angka yang didapat sudah langsung satuan, bukan bilangan decimal sehingga memudahkan kita dalam penelitian.
Hasil yang didapat dari pengamatan biotik atau semua mahluk hidup yang ada disekitar lingkungan taman masjid yang tidak ternaungi pohon antara lain, capung (bisa hidup di tempat yang ternaungi maupun yang tidak), belalang (karena hidup dirumput yang ada di tempat yang tidak ternaungi), burung pipit (karena memudahkan untuk mencari makan), semut (bisa hidup dimana saja), kupu-kupu, rumput jepang(lebih suka tempat yang terang dibanding gelap), pohon palem (tahan dengan cuaca panas, walaupun tanahnya kering), bunga kamboja, dan bunga kertas. Sedangkan biota yang ada di taman masjid yang ternanungi pohon antara lain, lalat (lebih suka tempat yang lembab, karenan memudahkan mencari makan), bunglon (karena untuk melindungi diri dari serangan musuh), kumbang, semut, kupu-kupu, nyamuk (lebih suka ditempat yang gelap, karena agar lebih mudah berkembang biak dan mencari mangsa), keong (lebih suka ditempat yang gelap dan lembab), kucing (meneduh dari teriknya sinar matahari, karena dalam lingkungan yang tidak ternanungi kucing akan tetap hidup), rumput gajah( lebih banyak tumbuh di tempat yang basah atau lembab), dan lumut (memudahkan dalam berkembang biak).
Dan hasil yang didapat dari pengamatan abiotic atau komponen yang tidak hidup yaitu antara lain, suhu dan intensitas cahaya. Suhu yang didapat di taman masjid yang tidak ternanungi yaitu sekitar 33oC, sedangkan ditaman masjid yang ternanungi yaitu 31oC, karena praktikum dilakukan pada pukul 13:50 dan juga sinar matahari sangat terik. Dan intensitas cahaya yang didapat dari taman masjid yang tidak ternanungi yaitu sekitar 1 lux, sedangkan di taman masjid yang ternanungi yaitu sekitar 1,035 lux.
BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Ekosistem merupakan proses hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya. Komponen ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu komponen abiotic dan biotik. Komponen abiotic yaitu komponen fisik dan kimia yang medium atau substrat sebagai tempat berlangsungnya kehidupan atau lingkungan tempat hidup. Sedangkan komponen abiotic adalah suatu komponen yang menyusun ekosistem selain komponen abiotik. Bentuk ekosistem juga terbagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami yaitu ekosistem yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk melalui campur tangan manusia.

5.2 Saran
Pada saat praktikum sebaiknya praktikan harus benar-benar memperhatikan asistem lab yang sedang menjelaskan, sehingga praktikan akan paham tentang cara menggunakan termoter dan lux meter, selain itu juga praktikan akan pahan tentang biota yang ada dilingkungan yang sedang dijelaskan.
       





NB: Kalo mau daftar pustakanya, langsung koment aja yaa, atau bisa langsung email  ke dreamsdiary21@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM “ANALISIS EKOSISTEM” Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Biologi Umum Di...